Jumat, 25 Januari 2019

, , ,

Reksita Sebagai Narablog Traveling di Era Digital: Bertualang Sembari Berbagi Cerita

Seiring dengan perkembangan teknologi, blog sudah bukan lagi menjadi sesuatu yang asing. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih menjadikan blog sebagai sumber pendapatan utamanya. Tidak sedikit pula anak-anak jaman sekarang yang jika ditanya cita-citanya akan langsung menjawab ingin menjadi narablog atau blogger. Hal yang tidak bisa saya lakukan saat dahulu saya masih seusia mereka.

Blog Sebagai Media Bercerita di Era Digital

resolusi 2019

Menjadi narablog traveling bukanlah bagian dari cita-cita saya. Sama halnya seperti millennial lainnya, cita-cita saya dahulu adalah menjadi seorang guru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Sesederhana itu. Kemudian cita-cita itu seiring waktu berubah menjadi dokter, polwan, animator, penerjemah, dan saat ini saya justru ingin menjadi narablog yang bisa menginspirasi pembaca blog saya.

Bagi saya menulis adalah cara paling sederhana untuk menuangkan segala bentuk cerita, dan blog adalah medianya. Saya itu ambivert, yang pada satu waktu bisa sangat cerewet untuk bercerita. Sayangnya, banyak orang yang merasa terganggu dengan kebiasaan saya itu. Sehingga blog menjadi tujuan utama saat saya ingin bercerita tanpa perlu mengganggu orang yang tidak ingin mendengarkan cerita saya.

Tahun 2010, menjadi awal saya mengenal blog. Apa isinya? Kala itu saya memilih untuk mengisi blog dengan cerpen dan puisi. Entah berapa banyak blog gratisan yang saat itu saya buat, kemudian dilupakan begitu saja. Kenapa? Alasan yang sangat klasik, kesibukan mempersiapkan UN, pendaftaran masuk Universitas, dan mencari pekerjaan. Pada 2014 saya baru kembali membuat blog baru, blog gratisan dengan nama domain jalankuseru (dot) blogspot (dot) com.

Kenapa Memilih Traveling Sebagai Tema Utama Blog?

narablog traveling

Sejak pertama saya buat, jalankuseru memang ditujukan khusus untuk berbagi pengalaman saya saat traveling. Kenapa traveling? Sederhana saja. Saya ini Sagitarian, makhluk Tuhan yang lahir pada bulan Desember dengan petualangan sebagai nama tengahnya.

Kalau dipikir, saya itu tidak seperti narablog traveling pada umumnya yang memang sudah terpapar dengan perjalanan wisata sejak kecil. Perjalanan terjauh saya untuk pertama kalinya adalah pindah dari Jawa ke Lampung. Untuk pertama kalinya pula saya merasakan naik bus antar provinsi dan kapal. Perjalanan yang justru membuat saya menyadari satu hal; saya suka petualangan, saya suka berada di tempat baru, dan saya suka mengenal orang-orang baru.

Sejak hari itulah dalam benak saya muncul keinginan untuk belajar segiat mungkin agar bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar dan jalan-jalan keliling Indonesia. Tidak, bukan keliling dunia! Saat itu jika ditanya tentang negara luar negeri yang ingin saya kunjungi, jawaban saya hanya London, Perancis, dan Jepang. Jangan tanya kenapa, karena kalian pasti akan tersenyum geli saat mendengarnya.

Apa yang Membuat Saya Bangga Menjadi Narablog Traveling?

komunitas narablog traveling

Memutuskan menjadi narablog bukanlah sesuatu yang mudah bagi saya. Banyak orang di sekitar saya yang masih memandangnya remeh, hanya buang-buang waktu katanya. Jadi, kenapa saya masih bertahan menjadi narablog traveling? Karena saya bangga dengan apa yang sudah saya lakukan. Apa yang saya banggakan?

1. Bisa sering berbagi pengalaman dan informasi

Bagi setiap narablog, kebanggaan mungkin sebuah kata yang memiliki beragam makna. Tetapi bagi saya, kebanggaan adalah sesuatu yang saya rasakan saat tulisan-tulisan yang saya buat bisa bermanfaat bagi banyak orang. Apalagi jika ada pembaca yang terinspirasi dengan cerita saya.

Saya bangga bisa membuat tulisan tentang tempat wisata yang masih belum begitu dikenal, makanan-makanan yang saya cicipi, hotel yang saya singgahi, perangkat yang saya gunakan, dan pengalaman-pengalaman baru yang saya dapatkan.

Meskipun sejauh ini saya baru bisa menjelajahi Semarang dan sekitarnya, Solo, Yogyakarta, Surabaya, serta Malang.

2. Wawasan dan pengetahuan semakin bertambah

Siapa yang tidak setuju jika narablog memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas? Menjadi narablog membuat saya banyak belajar selama membuat sebuah tulisan. Sebagai narablog traveling saya harus berpetualang ke tempat-tempat baru dan bertemu dengan orang-orang baru yang nantinya akan saya tulis.

Agar setiap tulisan yang saya buat bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, saya juga harus menggali lebih banyak lagi informasi tentang apa yang akan saya tulis. Informasi-informasi baru yang kemudian juga menjadi wawasan dan pengetahuan bagi saya.

Internet mungkin sudah menyediakan beragam informasi yang mudah diakses. Tetapi mereka yang menulisnya belum tentu mengalami apa yang saya alami. Belum tentu pula mereka mendapatkan informasi seperti apa yang saya ketahui.

3. Berkomunikasi dengan narablog lain dari berbagai daerah

Berteman menjadi kata yang paling asing bagi saya sejak memutuskan menjadi pekerja lepas, tetapi tidak lagi setelah saya menjadi narablog. Saya bisa mengenal narablog lain dari berbagai daerah di Indonesia. Bukan hanya dari sesama narablog traveling, tetapi juga dari berbagai tema lain seperti kecantikan, gaya hidup, tips blog, serta parenting. Meskipun saya memang belum sempat bertatap muka dengan sebagian besar dari mereka.

Blog mereka jugalah tempat saya belajar dan menggali berbagai informasi. Apa yang tidak saya tulis, saya bisa membacanya dari blog mereka. Apa yang tidak saya ketahui, saya bisa menemukannya di dalam blog mereka.

4. Bisa menulis di media komunitas traveling nasional

Sebenarnya sejak menjadi penulis lepas saya sudah menulis di beberapa media daring, hanya saja bukan bertema traveling. Baru setelah beberapa tahun berbagi cerita tentang traveling di blog pribadi, saya berani mengirimkan tulisan ke media nasional yang khusus membahas tentang traveling. Ada yang bisa menebak? Ya, media itu adalah TravelingYuk. Saya bangga karena artinya akan lebih banyak lagi orang yang membaca tulisan saya.

Lebih Banyak Berbagi Tulisan yang Bermanfaat

narablog

Jadi, sekarang sudah 2019 dan lima tahun sudah usia blog ini. Apa resolusi saya? Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin terus bercerita tentang pengalaman traveling saya. Terus berbagi lebih banyak lagi tulisan yang bisa bermanfaat bagi pembaca blog ini.

Jika ditanya keinginan lain, tentunya saya sama saja seperti narablog lainnya yang ingin blognya semakin ramai kunjungan, memiliki DA/PA yang tinggi, dan bisa mendapatkan sponsor. Tetapi bukankah untuk bisa menuai maka saya harus terlebih dahulu menanam?

Maka dari itu, saya percaya satu hal bahwa jika saat ini saya ‘menanam’ konten blog yang baik dan bermanfaat, maka suatu hari nanti saya akan bisa menuai lebih dari yang bisa saya pikirkan saat ini.

“Menulis bukan tentang menghasilkan uang, menjadi terkenal, berkencan, bercinta, atau berteman. Pada akhirnya, ini tentang 'memperkaya' kehidupan orang-orang yang akan membaca karyamu dan juga dirimu sendiri.” - Stephen King

5 komentar:

  1. Howdy,
    Must say your website looks quite ok. Good job.
    However, if you want your website to be really successful, then make sure you use the best tools to optimize your online content.
    Otherwise it won’t be on the top of Google search results and no-one will know about it. I’m sure you didn’t create this website to just be online, but to attract new people/customers.
    Few months ago my friend convinced me to use tools from below article and I have to say it helped me soo much:
    https://janzac.com/resources/
    I hope it will help you as well.
    Keep up the good work and you will eventually build a big online business.
    //Lucy

    BalasHapus
  2. Wah mantab kak, asik tuh traveling sambil cerita di blog hehhe lanjutkan kak ?

    BalasHapus
  3. I located your website from Google and I have to state it
    was a terrific discover. Many thanks!

    BalasHapus
  4. Do you have any suggestions for writing short articles?
    That's where I constantly struggle and also I just finish up staring vacant display for long time.

    BalasHapus