Rabu, 22 Agustus 2018

, , ,

House of Sampoerna, Jejak Kesuksesan Sampoerna di Kota Pahlawan

Kalau saya menyebutkan House of Sampoerna, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu? Ya, tidak salah lagi. Rokok.

Meskipun saya tipe yang tidak mendukung perokok, saat berada di Surabaya saya tetap menyempatkan untuk berkunjung ke museum House of Sampoerna. Dan ya, banyak hal yang saya temukan di museum produksi rokok yang satu ini.


Dimulai dari mengenal pendiri Sampoerna hingga perjuangannya


[embed]https://www.instagram.com/p/BmzYyoqH8iQ/[/embed]

Masuk ke museum langsung disambut dengan pengenalan mengenai pendiri dari pabrik rokok Sampoerna beserta istri tercinta. Selain itu, masih di ruang paling depan juga tersaji berbagai replika barang-barang yang menjadi sejarah perjuangan dibalik suksesnya Sampoerna. Mulai dari sepasang sepeda tua, kebaya, meja kerja, seperangkat meja kursi yang di set ala ruang tamu, hiasan keramik hingga replika warung pertama milik pendiri Sampoerna.

Bukan hanya itu, masih di ruang yang sama saya juga bisa mencium langsung bau cengkeh dan tembakau dari berbagai wilayah di Indonesia. Ya, semuanya tertata rapi berjajaran dengan mesin giling bersejarah dan replika pengolahan tembakau.

Produksi rokok dari masa ke masa


Meninggalkan ruang depan museum, di ruangan selanjutnya terpajang aneka macam barang dan bahan yang digunakan untuk memproduksi rokok dari masa ke masa.

Beberapa diantaranya seperti bahan baku yang digunakan sebagai bungkus rokok, alat cetak atau printing kuno, pajangan desain bungkus rokok dari bertahun-tahun yang lalu, alat penggiling tembakau hingga alat-alat yang umumnya hanya ada di dalam laboratorium.

Nah, disinilah saya baru tahu kalau ternyata untuk menyamakan ukuran rokok, untuk mengetahui ukurannya juga dilakukan menggunakan alat khusus. Selain ukuran, tekanan isap rokok juga diukur loh menggunakan alat khusus.

Di belakang berbagai peralatan laboratorium juga terdapat cengkeh dan tembakau dari berbagai daerah, sayangnya tersimpan rapi di dalam lemari kaca yang tidak bisa sembarangan disentuh.

Di ruangan kedua ini jugalah ada sepeda motor kuno dan warung "DKI Sam Soe" yang banyak berseliweran di sosial media.

Masuk ke tempat pengawasan produksi, No Photo & Video!


[embed]https://www.instagram.com/p/BmyAWLKH_GD/?taken-by=reksitawardani[/embed]

Kalau di lantai 1 pure berisi museum, maka naik ke lantai 2 saya langsung dibawa ke atmosfer produksi rokok Sampoerna. Dari atas saya seolah sedang mengawasi para pekerja yang sibuk memproduksi rokok di ruangan bawah. Di depan saya dibatasi oleh kaca seluas mata memandang. Sayangnya, disini ada peringatan untuk tidak mengambil foto maupun video.

Kalau dilihat-lihat jumlah mesin produksi yang tampak dari lantai 2 ini tidak banyak, tapi salut juga kalau faktanya memang demikian tetapi mampu memproduksi demikian banyak rokok dari setiap tahunnya. Tahu sendiri kan Sampoerna ini super populer rokoknya.

Berkeliling sembari menanti waiting list Surabaya Heritage Track


[embed]https://www.instagram.com/p/Bmxvm2LHg4k/?taken-by=reksitawardani[/embed]

Keluar dari dalam museum, saya menyempatkan berkeliling sebentar sambil menunggu waiting list SHT (Surabaya Heritage Track). Ya, karena saat melakukan reservasi ke TIC ternyata kuota untuk jam 1 full dan saya perlu menunggu di waiting list.

Oke, di luar museum ada apa saja? Banyak sekali tapi setidaknya masih bisa disebutkan satu per satu. Diantaranya adalah cafe dan toko suvenir.

[embed]https://www.instagram.com/p/Bm0PnBbHL79/?taken-by=reksitawardani[/embed]

Ada juga gedung yang digunakan khusus sebagai galeri seni. Di dalamnya ini ada bermacam-macam lukisan maupun hasil karya lainnya. Untung saya nggak kaget loh saat masuk dan langsung disuguhi dengan karya seni berupa boneka "serem" begini. Ya meskipun nggak serem-serem banget kan.

Meskipun suasana di dalam galeri agak bikin bulu kuduk berdiri, terutama kalau sendirian. Banyak karya manis super kreatif dan out of the box yang benar-benar menggoda hati saya. Bagaimana? Menggemaskan bukan?

Minum Espresso di Siang Bolong, Makan Siang Bikin Kantong Kempes


[embed]https://www.instagram.com/p/BoqSmK4nI1C/[/embed]

Hal menggelikan sekaligus menyebalkan nyata saya alami saat detik-detik menunggu informasi kuota Surabaya Heritage Track. Bagaimana tidak, saking laparnya saya nekat masuk ke cafe yang ada di lingkungan House of Sampoerna.

Cafe bernama "TANAMERA" yang berada di dekat TIC ini rupanya menyajikan menu yang mayoritas merupakan menu western. Bukan hanya itu, harga dari masing-masing menu juga tidak ditampilkan dalam bentuk rupiah. Bagaimana saya nggak bingung coba. Dengan modal nekat dan kepala puyeng karena lapar saya akhirnya salah memilih menu, hati teriak Aceh Gayo tapi jari tiba-tiba menunjuk espresso. Parahnya otak baru loading setelah selesai membayar dan menuggu menu disiapkan. Ada yang bisa bayangin nggak menenggak pahitnya espresso di siang bolong dengan kondisi perut kosong.

Eh iya, ngomong ngomong masalah kopi. Menu minuman yang ada di cafe ini sejauh daftar menu yang saya dapat memang 99,9% kopi. Entah mata saya yang melewatkan menu lainnya atau memang tidak ada.

Sementara urusan makanan atau kudapan benar-benar bikin kepala saya makin lapar. Eh! Iya, saya yang ndeso nggak kenal sebagian besar menunya yang berasal bukan dari tanah Indonesia tercinta. Yang mampu saya kenali hanya Nasi Goreng Kampung dan Burger. Jadilah saya tiba-tiba ingin makan burger dan memesan Beef Burger.

Yes, pesanan sudah dibayar dan kantong saya seketika langsung menjerit. Saya menghabiskan kurang lebih 112 ribuan untuk makan siang kali ini. Maklum namanya juga traveler ngirit, uang yang jumlahnya bagi kalian mungkin tidak seberapa itu bagi saya sangat pemborosan. Kalau makan kuliner khas Malang bisa untuk 2 sampai 3 kali makan super kenyang.

Meskipun begitu saya nggak terlalu kecewa dengan rasa espresso dan burger yang dihidangkan. Saya nggak sanggup menghabiskan porsi burger yang termasuk big. Rasanya nggak terlalu lebay dan nggak bikin eneg. Dan yang paling saya suka adalah telurnya, lumer dan lembut di mulut.

Gagal Naik SHT, See You Next Traveling


[embed]https://www.instagram.com/p/BmxqsdynATS/?taken-by=reksitawardani[/embed]

Setelah menyelesaikan makan siang saya yang menguras isi dompet, saya kembali ke TIC untuk menanyakan kuota SHT yang akan segera diberangkatkan. Saat iu bus SHT sudah bersiap berangkat meninggalkan House of Sampoerna menuju lokasi-lokasi bersejarah di Surabaya. Sayangnya, menurut petugas TIC kuota SHT pada jam tersebut sudah full dan saya didaftarkan ke waiting list untuk tour yang berjalan pada jam 3 sore.

Meskipun hanya perlu menunggu kurang lebih dua jam lagi, saya memutuskan untuk menyerah. Hanya berharap semoga di lain kesempatan kalau saya memang berkesempatan ke Surabaya lagi bisa merasakan bagaimana keseruan berkeliling Surabaya bersama bus Surabaya Heritage Track.

Meninggalkan TIC, saya berjalan menuju gerbang masuk HOS sambil memesan ojek online melalui gadget kesayangan. Kali ini saya ingin langsung melanjutkan perjalanan ke Monumen Kapal Selam sambil menikmati tempat-tempat hits di sepanjang jalan Surabaya.

5 komentar:

  1. Can you inform me what platform are you utilizing on this site?

    BalasHapus
  2. Hello,

    You have a website, right?

    Of course you do. I found jalankuseru.com today.

    It gets traffic every day – that you’re probably spending $2 / $4 / $10 or more a click to get. Not including all of the work you put into creating social media, videos, blog posts, emails, and so on.

    So you’re investing seriously in getting people to that site.

    But how’s it working? Great? Okay? Not so much?

    If that answer could be better, then it’s likely you’re putting a lot of time, effort, and money into an approach that’s not paying off like it should.

    Now… imagine doubling your lead conversion in just minutes… In fact, I’ll go even better.

    You could actually get up to 100X more conversions!

    I’m not making this up. As Chris Smith, best-selling author of The Conversion Code says:
    -Speed is essential - there is a 100x decrease in Leads when a Lead is contacted within 14 minutes vs being contacted within 5 minutes.

    He’s backed up by a study at MIT that found the odds of contacting a lead will increase by 100 times if attempted in 5 minutes or less.

    Again, out of the 100s of visitors to your website, how many actually call to become clients?

    Well, you can significantly increase the number of calls you get – with ZERO extra effort.

    Our software, Talk With Customer, makes it easy, simple, and fast – in fact, you can start getting more calls today… and at absolutely no charge to you.

    CLICK HERE http://www.talkwithcustomer.com to find out how.

    Sincerely,

    Eric Jones

    PS: Don’t just take my word for it, TalkWithCustomer works:
    -EMA has been looking for ways to reach out to an audience. TalkWithCustomer so far is the most direct call of action. It has produced above average closing ratios and we are thrilled. Thank you for providing a real and effective tool to generate REAL leads. - Patrick MontesDeOca, Ema2Trade

    Best of all, act now to get a no-cost 14-Day Test Drive – our gift to you just for giving TalkWithCustomer a try.

    CLICK HERE http://www.talkwithcustomer.com to start converting up to 100X more leads today!


    If you'd like to unsubscribe click here. http://liveserveronline.com/talkwithcustomer.aspx?d=jalankuseru.com

    BalasHapus
  3. Wow keren sekali artikel ini semoga dapat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Valorie Bordelon5 April 2020 22.20

    ATTN: jalankuseru.com / House of Sampoerna, Jejak Kesuksesan Sampoerna di Kota Pahlawan WEBSITE SOLUTIONS
    This notice EXPIRES ON: Apr 05, 2020

    We have actually not gotten a repayment from you.
    We've tried to contact you however were not able to reach you.

    Please Check Out: https://cutt.ly/itxPDij‬‪ ASAP.

    For info and also to make a discretionary payment for services.


    04052020182012.

    BalasHapus
  5. I have written content specific to your industry in order to produce a professional explainer video.
    Our process is so easy I can explain in under 10 minutes and, when implemented, it can get your business its next 100 clients/customers.

    I recently used this strategy with a client who is in the same industry as you, breaking down their pitch in fun, engaging, and oftentimes animated video formats that almost tripled their monthly sales rates.

    In the meantime, I have some sample explainer videos that were made specifically for your industry...
    Should I send them over?


    -- Sharon Jefferson

    Email: Sharon@videoexplainers.online
    Website: http://videoexplainers.online

    BalasHapus