Kamis, 01 Februari 2018

, , , , , ,

Puncak Berkabut Itu Bernama I Ampel Gading Homeland

Cuaca yang kurang mendukung, seperti mendung atau hujan, memang harus pintar-pintar dalam mencari tempat liburan,
jalan-jalan, rekreasi, atau traveling. Berani egois dengan keinginan menuju ke satu destinasi yang tidak memungkinkan, mungkin bisa berakhir seperti saya. Terjebak hujan dan kabut tebal di ketinggian I Ampel Gading Homeland. Kok bisa?

 



Melalui Jalanan Setapak Bagai Menembus Waktu


 


I Ampel Gading Homeland

 

Berbekal nekat karena melihat cuaca sempat cerah, saya meluncur untuk mencari lokasi salah satu destinasi wisata yang belakangan cukup hits di Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, I Ampel Gading Homeland. Sayangnya, baru memasuki Bandungan, cuaca sudah mulai tidak bersahabat. Langit yang semula tampak cerah, tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat dengan angin yang berhembus cukup kencang.

 

Gerimis mulai berubah menjadi lebih rapat tepat saat saya sampai di Rumah Retret Syalom. Menyerah? Sepertinya saya
lebih sering melupakan kamus untuk mencari alternatif tujuan lain saat terjebak dalam situasi kurang menguntungkan. Alhasil, hanya berteduh selama beberapa waktu sampai gerimis mereda, saya kembali melanjutkan perjalanan.

 

Melewati jalan desa sampai akhirnya melintasi jalur jalan – lebih mirip jalan setapak – diantara perkebunan warga, saya sempat mengira tersesat. Sempat bertanya pada warga sekitar yang kebetulan sedang berada di sekitar jalan yang saya lalui, rupanya I Ampel Gading Homeland jaraknya masih cukup jauh dan saya hanya perlu mengikuti jalan tersebut.

 

Kabut mulai terlihat jelas saat saya sampai di gerbang masuk, tempat pengelola memberikan dua stiker dan tentunya menarik biaya masuk wisata. Jangan kira setelah bertukar rupiah dengan dua stiker tersebut artinya sudah sampai di I Ampel Gading Homeland. Karena rupanya untuk sampai ke puncaknya masih butuh waktu yang lumayan – jarak yang ditempuh sekitar 200 meter – dengan kondisi jalan sempit dan licin.

 

Melalui jalan berkelok dan menanjak, seketika saya merasa seperti seakan berada dalam sebuah scene film. Seakan terlempar ke dunia lain, menembus kabut tebal dengan kondisi jalanan yang cukup gelap, meskipun hari masih siang.

 

Melewatkan Waktu Berselimut Kabut di Gazebo I Ampel Gading Homeland


 


I Ampel Gading Homeland

 

Hujan mulai turun deras, udara semakin terasa menembus jaket yang memang sudah setengah basah. Kabut semakin
tebal saat saya sampai di tempat parkir I Ampel Gading Homeland. Hanya terlihat dua orang pengunjung – sepasang kekasih – berteduh di bawah gazebo tidak jauh dari lokasi parkir. Beberapa menit kemudian, saya dan partner perjalanan saya melengkapi skuad mereka, berteduh berempat di bawah satu-satunya gazebo I Ampel Gading Homeland.

 

Saya sempat mencoba berkeliling saat hujan tidak terlalu deras. Sayangnya, terlalu berisiko dan berbahaya. Alih-alih mendapatkan sesuatu yang ‘Wow’, saya bisa saja terjerembab ke tebing curam jika tidak waspada. Pasalnya, kabut tebal di lokasi menghalangi pandangan, terutama saat melihat ke kawasan di bawah puncak I Ampel Gading.

 

Meskipun pandangan terhalang kabut, setidaknya saya bisa melihat ada beberapa tumpukan objek yang sebelumnya digunakan sebagai spot selfie di beberapa lokasi. Kalau boleh menebak, sepertinya objek-objek tersebut rusak karena hujan dan angin belakangan ini. Sangat disayangkan, destinasi yang memang belum sepenuhnya tergarap harus berhadapan dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat.

 

I Ampel Gading Homeland

 

Hanya bisa duduk di dalam gazebo, sesekali tersiram air hujan saat intensitasnya terlalu deras. Kami berempat sempat berbincang mengenai I Ampel Gading Homeland, termasuk memutuskan untuk segera turun karena hari mulai sore.

 

Hujan memang sempat agak reda, tetapi di waktu bersamaan kabut tebal menyelimuti lokasi sekitar hingga jalanan pun
sulit terlihat. Tidak memungkinkan untuk nekat turun mengendarai kendaraan bermotor. Padahal, saat kabut berkurang, hujan kembali deras dan jalanan tergenang air. Berlangsung berapa lama?

 

See You Next Time ‘Puncak’ Bandungan


 


I Ampel Gading Homeland

 

Bermodal doa dan percaya pada kemampuan masing-masing untuk mengendarai kendaraan bermotor, kami memutuskan
untuk turun. Kali ini benar-benar turun dan meninggalkan puncak I Ampel Gading Homeland yang masih diselimuti kabut dengan hujan deras.

 

Faktanya, setelah turun, hujan ternyata tidak sederas saat masih berada di ‘puncak’. Terlihat mas yang tadi menukarkan stiker dengan biaya masuk lokasi wisata bersama beberapa orang lainnya sedang berteduh di bawah gubug. Sekilas sepertinya menyalakan api unggun kecil, mungkin untuk menghangatkan diri karena dingin memang semakin menggigit tulang.

 

Kalau boleh saran, lebih baik saat kondisi tidak memungkinkan (hujan dan berkabut), pengunjung jangan diizinkan untuk naik ke ‘puncak’ lokasi I Ampel Gading Homeland. Terlebih lagi, jika tidak ada satu pun pengelola yang berada di puncak. Sangat berbahaya!

 

Tentunya dalam kondisi semacam itu bukan tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat I Ampel Gading Homeland ini berada di atas ketinggian, sehingga saat hujan jalanan menjadi licin dan tertutup kabut.

 

Apa saya menyerah setelah mengalami hal demikian karena efek nekat? Tentunya tidak. Saya masih penasaran untuk kembali berkunjung ke I Ampel Gading Homeland. Tentu saja saat cuaca lebih bersahabat.

13 komentar:

  1. Do you have any kind of pointers for composing short articles?
    That's where I constantly struggle and also I simply wind up gazing
    vacant display for long period of time.

    BalasHapus
  2. I really enjoy the article post. Cool. cacdgkfedgdk

    BalasHapus
  3. There is visibly a bundle to realize about this. I assume you made certain nice points in features also. dfbafgbadegdadbe

    BalasHapus
  4. coumadin valtrex interaction akkkdbedceak

    BalasHapus
  5. you use disallowed a designer to make the style? Superb vocation! ekefdeddddebefkf

    BalasHapus
  6. Hahahahahahaha, this politics related YouTube video is really so comical, I loved it. Thanks in favor of sharing this. kkdfdeefddca

    BalasHapus
  7. Wow! This blog looks exactly like my old one! It's on a completely different topic but it has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors! deebbedaeecefedf

    BalasHapus
  8. very nice submit, i definitely love this website, keep on it efckkfbebbeb

    BalasHapus
  9. I'm glad that it turned out so effectively and I hope it will continue in the future because it is so worthwhile and meaningful to the community. dgfgdfceffcddfkf

    BalasHapus
  10. Wonderful beat ! I wish to apprentice while you amend your web site, how can i subscribe for a blog site? The account aided me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea bfedkbafggkd

    BalasHapus
  11. Hi! Someone in my Myspace group shared this website with us so I came to look it over. I'm definitely loving the information. I'm bookmarking and will be tweeting this to my followers! Great blog and terrific design and style. bbebkcfgefekkeaa

    BalasHapus
  12. I like the helpful information you provide for your articles. Ill bookmark your blog and check again right here frequently. I am quite certain Ill be informed many new stuff proper right here! Best of luck for the next! dafccdafbakd

    BalasHapus
  13. Fckin amazing things here. Im very glad to see your post. Thanks a lot and i'm looking forward to contact you. Will you kindly drop me a mail? fadeddgebdeadceb

    BalasHapus